Rumah Baca Mapande, mungkin itu yang dirindukan saat ini. Salah satu tempat awal bertemunya kami para penggiat literasi Kab. Tolitoli. Tempat yang cukup istimewa bagi saya tentunya, yang menciptkan beberapa kenangan didalamnya yang tak bisa terlupakan sampai saat ini. Ah rasanya senyum senyum sendiri ingat masa itu.
Terletak di salah satu sudut Taman Kota Tolitoli memberikan daya tarik tersendiri yang cukup magis untuk tempat ini. Tempat yang bisa saya katakan ada banyak cerita di dalamnya. Cerita para penggiat yang selalu sibuk dengan rutinitas mingguannya dan rencana-rencananya. Ah, rasanya ingin kembali ke saat-saat itu. Penuh tawa dan semangat untuk melakukan.
Sangat berlebihan rasanya jika saya mengatakan tempat ini adalah bagaikan rumah kedua bagi para penggiat. Tempat yang digunakan tak hanya untuk sebagai media diskusi tetapi juga digunakan untuk berkumpulnya para saudara yang tak sedarah.😁😁 Ah, imajinasiku mulai ngawur nampaknya. Mungkin ini yang dikatakan rindu yaa oleh sebagian orang.
Tiap minggunya para penggiat bangun diminggu pagi dan membuka pintu rumah baca. Mengajak setiap orang dan anak-anak singgah sejenak untuk bercengkrama.
Salah satu momen yang tak bisa terlupakan. Bangun pagi dengan niat tulus di hati memberikan bacaan kepada setiap orang baik dewasa maupun anak anak. Sungguh rindu saat saat itu. Berliterasi sambil melakukan hobby yang disenangi.
Bercerita dan bermain itulah hal-hal sepele yang sering kami lakukan dengan anak-anak yang sering singgah dan membaca buku buku yang kami siapkan. Sebuah aktifitas yang sangat ikhlas kami lakukan karena senang melihat senyuman dari anak-anak yang membaca buku.
Tapi sekarang rindu dengan momen itu. Momen bangun pagi, sebar buku, ngajak anak-anak singgah untuk membaca. Oh sungguh literasi yang dirindukan. Rindu ngobrol dengan anak-anak, rindu bermain injit injit semut tapi saya yang selalu kalah.😁
Semoga literasi yang dirindukan ini ada lagi yaaa.😊😊










0 komentar:
Posting Komentar