Deburan ombak menghantam bibir pantai yang di penuhi pasir dan karang mati, anak-anak berlari saling kejar-kejaran, angin laut tampak tenang saat itu, si nelayan mulai mendorong perahunya, dari kejauhan beberapa buah perahu dengan layarnya yang kecil menghiasi permukaan laut.
Si nelayan menengok ke bibir pantai memastikan perahunya telah menjauh meninggalkan daratan dan pergi ke tempat tujuan mencari hasil untuk anak dan istri. Gelombang laut menghempas perahunya tapi tak meluluhkan semangat dan gigihnya untuk mencari nafkah untuk keluarga dirumah. Terik matahari membakar kulit tak menjadi penghalang niatnya. Niat tulus seorang suami dan ayah untuk membahagiakan orang yang dicintainya.
Sesampainya ditempat tujuannya, di siapkannya peralatan-peralatan yang telah dibawahnya untuk mencari nafkah yang sudah disediakan untuknya. Si nelayan mulai melakukan apa yang harus di lakukannya. Menunggu dan menunggu di bawah terik panas matahari membakar kulit dengan harapan si ikan yang ingin di hadiahkan kepada sang istri dan anaknya memakan umpan yang di jatuhkannya.
Setelah beberapa saat menunggu dengan sabarnya. Akhirnya si ikan mulai mendekat dan melirik umpan itu, cacing tanah bergeliat geliat di mata kail sang nelayan. Si ikan memakan umpannya dan dengan cepat dia menariknya. Si ikan tangkapan pertamanya ia dapatkan. Raut wajah yang penuh kebahagian terpancar di wajahnya seakan berkata, "Alhamdulillah, istri dan anakku engkau dapat makan hari ini".
Si nelayan terus menjatuhkan umpan miliknya dengan penuh harapan hari itu menjadi hari yang sangat bahagia untuk keluarganya yang menanti kedatangannya. Hari itu, alam pun nampak iba dengan perjuangannya, perjuangan si tua rentah dalam mencari nafkah hidup keluarga tercinta. Alam menghembuskan angin seakan akan memberikan kesejukan ditengah teriknya sang matahari memancarkan cahayanya.
Setengah hari di tengah lautan, si nelayan senyum berurai air mata tanda syukur kepada sang pencipta dan pemberi rezeki atas nikmat yang diberikan untuknya hari itu. Perahu di tumpanginya nampak penuh dengan ikan ikan penghuni lautan hasil tangkapannya. Di tarik mata kail yang ia gunakan dan berkata, "Sudah cukup untuk hari ini, hari mulai sore, istri dan anakku sudah menunggu kepulanganku, aku tak ingin membuat mereka khawatir terhadapku".
Hari mulai menampakkan keindahan warna orange di arah barat. Keindahan salah satu ciptaan tuhan yang mempesona di pelupuk mata. Senja menjadi pengiring kepulangannya dan pertanda bahwa hari itu telah usai. Ia nyalakan mesin yang menjadi penggerak perahunya dan ia putar perahunya ke arah bibir pantai yang tadi mengantar kepergiannya.
Ombak menari nari di kiri kanan perahu seakan akan ikut bahagia dengan kepulangannya. Ia sandarkan perahu kayunya dan mematikan mesin yang ia gunakan. Ia kumpulkan hasil tangkapan hari itu dan di bawah pulang kepada istri dan anakknya. Perahu yang menemaninya mencari nafkah di ikat sekencang kencangnya agar tak hanyut pergi terbawa ombak.
Ia berjalan di jalan setapak menuju gubuk kecil dimana keluarga yang di cintainya sangat menunggu kepulangannya. Rumput rumput yang di laluinya seakan mengucapkan, "Selamat datang wahai sang nelayan". Di perjalanan menuju gubuk reot kecilnya, si ternak ternak seakan menunggu dan ingin pulang ke kandang bersamanya.
Hari mulai gelap saat itu, ia pun sampai di gubuk reot yang hanya berdinding kayu. Diketuknya pintu gubuk itu, "Assalamualaikum istriku". Suara lirih dari dalam gubuk menjawab, "Walaikumsalam suamiku". Dikecup dan dipeluknya istri dan anaknya. Air mata jatuh membasahi pipi keriput sang nelayan sambil berkata, "Ini rezeki kita hari ini, kalian bisa makan enak hari ini".
Suasana bahagia menjadi saksi mereka malam itu. Keluarga kecil yang penuh dengan cinta dan kasih sayang. Cinta seorang suami dan ayah yang rela mengorbankan apa saja demi istri dan anak-anaknya yang menanti kedatangannya dirumah. Cinta seorang istri dan ibu yang siap menunggu kepulangan sang pujaan. Cinta seorang anak kepada ayah dan ibu. Terima kasih ayah telah berkorban demi aku anakmu. Terima kasih ayah, sang pejuang keluarga.








Menginspirasi! Makasih banyak pak!☺
BalasHapus